Minggu, 25 Januari 2009

Ketika Allah Memanggil, Kau ada Di Mana?

Saat suara adzan menggema membahana,
tahulah kita jika manusia ada dua;
yang lalai dan yang bersegera
saat itu kau ada dimana...?
Salah satu bentuk kasih sayang Allah adalah dengan memberikan petunjuk kepada manusia melalui utusan-Nya dari kalangan manusia sendiri, Nabi dan Rasul. Tak sampai di situ Dia pun kemudian memberikan kitab pedoman petunjuk hidup yang sekarang kita kenal dengan al-Qur`an.
Jika Anda membuka kitab itu maka akan kita dapati banyak di antara kalimat dan kata-katanya yang berulang-ulang. Tapi ternyata bukan tanpa alasan,
“Dan sesungguhnya dalam Al Qur'an ini Kami telah ulang-ulangi, agar mereka selalu ingat.” (QS al-Israa’ : 41)
Di antara kalimat yang paling sering kita dengar adalah, Yaa ayyuhal ladzina aamanu –hai, orang-orang yang beriman-, Allah Azza wa Jalla mengulanginya sampai 81 kali. Sungguh! Inilah kalimat yang sangat indah bagi orang yang beriman. Karena panggilan lembut itu khusus untuk mereka dan karena hanya merekalah yang bisa melaksanakan perintah atau larangan setelah kalimat tersebut dengan ringan dan bersegera. Mereka telah siap mengatakan, sami’na wa ata’na -kami dengar dan kami ta’ati-.
Orang-orang yang beriman itu laiknya memang budak di hadapan-Nya, bukan karena terpaksa tapi itu adalah pilihan hidupnya. Sebab mereka ingin menebus semua itu dengan surga dan rindu dengan wajah Tuhannya.
Anda mengklaim diri sebagai orang beriman? Itu sah-sah saja, tapi itu bukan sekedar pengakuan sebab iman butuh pembuktian dengan amal perbuatan.
Ketika Allah memanggil, kita di mana? Mudah-mudahan kita bukan yang termasuk orang yang disebut oleh Allah dalam lanjutan surah al Israa’ ayat 41 di atas,
“Dan ulangan peringatan itu tidak lain hanyalah menambah mereka lari.”
Nau’dzubillah. Labbaik allahumma labbaik.[]

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi komentar dengan tetap mengedepankan adab berkomunikasi secara syar'i