Kamis, 19 April 2012

Corat-coret Baju, Budaya Siapa?

 
Pengumuman kelulusan Ujian Nasional belum lagi keluar, bahkan Ujian Nasional SMA baru beberapa jam lalu usai. Namun beberapa siswa-siswi nampak melakukan aksi corat-coret baju. Mereka nampak gembira telah melewati masa ujian terakhir bagi mereka di SMA, mereka seperti tidak menyadari bahwa ketidak lulusan juga mengintai mereka. Tawa ria pada hari akhir ujian mereka bisa jadi berubah menjadi tangis pada saat pengumuman hasil ujian.

Apapun alasan mereka, aksi corat-coret baju bukanlah budaya yang baik. Itu adalah budaya pemborosan. Akal sehat pun tak bisa menerima perilaku ini. Coba Anda hitung kerugian materi dari aksi ini. Anggap siswa SMA/SMK yang ikut UN tahun ini 1.500.000 siswa, kalau 80% dari mereka melakukan aksi ini (1.200.000 siswa) dikalikan dengan harga baju rata-rata dari mereka Rp. 15.000 (anggap demikian kan pakaian bekas) maka total harga baju yang dicorat-coret adalah Rp. 18.000.000.000 (18 Miliar!).