Rabu, 26 Desember 2012

Mengapa Saya Tidak Mau Mengucapkan Selamat Natal?


Mengapa saya tidak mau mengucapkan selamat Natal? Saya punya banyak alasan untuk itu, di antaranya akan saya sebutkan secara gamblang dalam tulisan ini.

Saya tahu dari kaum kristiani sendiri bahwa hakikat Natal bagi kristiani adalah saat untuk menghayati kasih Tuhan melalui kelahiran putra-Nya yang dikenal dengan nama Yesus (Isa al-Masih). Allah punya putra? Ini adalah penisbatan yang keji kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan Allah telah melaknat orang yang berkeyakinan seperti ini dengan firman-Nya (yang artinya):

Senin, 24 Desember 2012

Tauhid Harga Mati

  

Tauhid adalah meng-Esakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ibadah. Tauhid merupakan perintah Allah yang paling agung. Bahkan tujuan utama diutusnya Rasul-rasul Allah adalah untuk menyampaikan kepada manusia akan ke-Esaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, agar manusia hanya menyembah kepada Allah semata dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun.  Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya):
“Dan kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwasanya tidak ada ilah melainkan Aku, maka beribadahlah kamu sekalian kepada-Ku.” (QS. Al-Anbiya’ : 25)

Selasa, 18 Desember 2012

Karena Wanita Begitu Berharga


"Karena wanita begitu berharga...", kalimat tersebut mungkin pernah kita dengar dari sebuah iklan produk kecantikan. Namun sesuatu yang sangat bertolak belakang bagi saya. Cara menghargai wanita dalam iklan tersebut adalah dengan mengeksplorasi kecantikan wanita yang menjadi modelnya. Sebuah kontradiksi yang lazim kita dapatkan dalam  kehidupan liberal dan sekuler. Trus bagaimana Islam dalam menghargai wanita? Coba simak kisah di bawah ini:

Kisah ini diceritakan oleh Ustadz Kholid ZA. Basalamah, Lc. M.Ag dari pengalaman seorang temannya, yaitu Dr. Shaleh. Dr. Shaleh adalah dosen di LIPIA Jakarta dan pengalaman ini terjadi ketika melanjutkan studi untuk meraih gelar Doktornya di Amerika Serikat.

Selasa, 11 Desember 2012

Bicara yang Baik atau Diam!


Lisan; Pedang Bermata Dua
“Mulutmu Harimaumu” atau “Lidah itu tajam laksana pedang” ideom-ideom yang mungkin tidak asing lagi bagi kita, menyiratkan akan pesan bahwa mulut dan lidah yang dzahirnya adalah organ yang tak bertulang tapi memiliki bahaya seganas harimau atau bisa melukai sebagaimana pedang tajam jika ia tidak dipergunakan dengan hati-hati dan bijak.

Bila lidah tak terkendali, dibiarkan berucap sekehendaknya, alamat kesengsaraan akan segera menjelang. Sebaliknya bila ia terkelola dengan baik , hemat dalam berkata, dan memilih perkataan yang baik-baik, maka sebuah alamat akan datangnya banyak kebaikan.

Rabu, 05 Desember 2012

Melawan Jurnalis Picik


Saya pernah mendapat BC (Broadcast) kisah lucu dari salah seorang teman kuliah, kisahnya begini;
Suatu hari di jalan tol kota menuju Jagorawi sebuah mobil "Esemka" mengalami kerusakan mesin sehingga mogok.... Pemilik mobil Esemka menelpon temannya untuk minta ditarik keluar jalan tol...
Beberapa saat kemudian datanglah teman pria tersebut mengendarai "Mercedes Benz" terbaru...lalu mulailah menarik sedan 'Esemka " tersebut....