Senin, 18 November 2013

Kenapa Futur Saat Sendiri?

 
Alhamdulillahi ladzi bini’mati tatimmu sholihat.

Merupakan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika kita dikumpulkan bersama dengan orang-orang shaleh, bergerak bersama dalam pusaran dakwah, dalam jalinan ukhuwah. Bersyukurlah yang telah menikmatinya.

Namun janganlah kita terlena saudaraku. Setiap kita kelak akan mempertanggungjawabkan diri kita masing-masing di hadapan Allah Ta’ala.

Kebersamaan memang baik dan indah tapi ada saatnya kita harus berpisah. Terpisah jauh dari orang-orang yang shaleh, bahkan kita mungkin dalam “kesendirian”. Apa yang kita andalkan pada saat tersebut? Maka wahai saudaraku, janganlah kita lalai dari meningkatkan kualitas diri, kualitas ilmu, kualitas ibadah dan kualitas iman kita.


Benar sabda Rasulullah shallalalhu ‘alaihi wa sallam bahwa seseorang itu tergantung agama temannya, tapi ingat bahwa Rasulullah juga bersabda bahwa mu’min yang kuat lebih dicintai Allah daripada mu’min yang lemah. Salah satu makna kata “kuat” di dalam hadits tersebut adalah kuat iman!

Dengan taufik Allah Ta’ala seorang mu’min yang kuat imannya takkan terpengaruh oleh lingkungannya, seburuk apapun itu. Apalagi menjadikan lingkungan sebagai alasan untuk jauh dari ketaatan. Bahkan sebaliknya, dia adalah pelopor kebaikan dimanapun ia berada. Dengan pengaruh yang ada padanya ia akan selalu berusaha untuk merubah lingkungan yang buruk menjadi baik. Sholih linafsih wa muslih lighairi, ia menjalankannya dengan seiring dan harmonis.

Dengan iman yang bersemi subur dalam dadanya ia sedikitpun tak merasa sendiri, ada Allah bersamanya, Allah yang Mengawasinya dan Allah yang Menilainya...

Dalam kesendirian ia tetap bersama jama’ah dakwah...

(Salam buat adik2 yang tidak lama lagi mungkin akan pulkam. Semoga tetap istiqomah...)

Makassar, 14 Muharram 1435 H (18/11/13)

1 komentar:

Silahkan mengisi komentar dengan tetap mengedepankan adab berkomunikasi secara syar'i