Kumpulan catatan Zainal Lamu, socialpreneur yang masih belajar.

Senin, 17 Maret 2014

2 Alasan Kuat Umat Islam untuk Golput



Setidaknya ada 2 alasan kuat bagi umat Islam untuk golput dalam setiap pemilu.

Alasan yang pertama adalah, aksi golput akan mempengaruhi jalannya demokrasi. Misalnya, karena banyak yang golput maka pemilu dibatalkan. Pemerintah dengan serta merta akan menggunakan sistem yang sesuai syariat untuk menentukan pemimpin dan dalam mengatur jalannya negara ini.

Nyatanya untuk saat ini golput belum menjadi ancaman bagi demokrasi sedikitpun. Meski diprediksi akan banyak yang golput namun pemilihan pimpinan lewat pemilu akan tetap jalan.


Atau taruhlah benar bahwa golput akan lebih banyak daripada yang memilih, tapi apakah alasan orang untuk golput itu semua sama? Mereka golput karena menganggap demokrasi tidak sesuai dengan Islam? Tidak juga, karena kebanyakan orang awam yang golput itu bukan karena motivasi itu. Jadi meskipun golput itu “menang” tetap saja yang menjadi pemimpin adalah hasil dari pemilu.

Alasan yang kedua adalah bahwa siapapun yang memimpin Indonesia ke depan dari hasil pemilu, entah orang baik ataupun orang buruk tidak akan mempengaruhi kondusifitas dakwah di negeri ini.

Namun tidaklah demikian, bagaimana jika yang memimpin negeri ini kelak adalah orang-orang yang tidak suka dengan aktivis Islam, atau pemimpin yang mendukung penyebaran aliran sesat? Pemimpin yang membatasi gerak dakwah dan perbaikan ummat?

Logika paling sederhana adalah pemimpin yang baik pasti lebih baik daripada pemimpin yang buruk meski terpilih dengan sistem yang tidak baik. Bahkan meski semua calon pemimpin adalah orang-orang yang buruk tapi pasti diantara mereka masih ada yang sedikit lebih dekat kepada yang baik dari yang lainnya.

Kesimpulannya, 2 alasan tersebut belum berlaku untuk saat ini.

Bagaimana bisa orang-orang shaleh itu abstain dan menyingkir dari arena yang mau tak mau mereka harus rasakan akibatnya. Kenapa mereka membiarkan orang-orang fajir memilih pemimpin untuk mereka, dimana pemimpin itu harus mereka taati juga?

Di depan kita ada pemandangan yang miris. Kota besar dengan penduduk muslim mayoritas dipimpin oleh non muslim. Bukan sekali dua kali kita dapatkan di media dengan arogannya memarahi saudara-saudara kita dengan cara yang tidak patut. Seringkali keluar dari lisannya statemen yang menyudutkan bahkan melecehkan kaum muslimin. Apakah ini hasil dari 36% golput, dimana dipastikan yang golput itu adalah kaum muslimin?

Kita semua pasti membenci kebakaran, tapi kita harus berusaha agar kita tak ikut terbakar api, berdiam diri artinya bunuh diri. Kecuali jika kita keluar dari negeri ini.

Meski Anda tetap golput namun jangan mengajak orang yang baik-baik untuk golput. Orang yang baik insyaAllah akan memilih yang baik-baik pula. Baik untuk dirinya, baik untuk ummat.

Wallahu Ta'ala a'lam.[]

Makassar, 15 Jumadal Ula 1435 (17/03/2014).

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi komentar dengan tetap mengedepankan adab berkomunikasi secara syar'i