Kumpulan catatan Zainal Lamu, socialpreneur yang masih belajar.

Selasa, 28 Desember 2021

Dakwah dan Tarbiyah; Pribadi Setegar Karang


Sudah menjadi sunnatullah, bahwa fitnah syahwat dan syubhat akan senantiasa datang dari berbagai arah, berusaha melucuti keimanan kaum muslimin. 

Mereka datang silih berganti sepanjang waktu bak gelombang yang tak habis-habisnya.

Menghapusnya adalah mustahil, namun yang perlu dilakukan adalah membentuk pribadi-pribadi mukmin yang kuat, setegar karang. 

Yang tak bergeming diterjang gelombang fitnah, bahkan memecah gelombang-gelombang tersebut menjadi riak-riak buih yang tak berarti.

Pribadi itu dibentuk dan ditempa dengan DAKWAH dan TARBIYAH sepanjang hidup sepanjang waktu.

Dakwah sampai mati, mati di jalan dakwah.

Jumat, 24 Desember 2021

Agar Tak Sesat Jalan, Kawan!


Kawan, setidaknya dalam sehari kita membaca surah al-Fatihah paling minimal 17 kali.

Di dalam surah tersebut kita mengikrarkan bahwa hanya kepada Allah kita beribadah dan hanya kepada-Nya kita memohon pertolongan. 

Ikrar tersebut kita lanjutkan dengan permohonan kepada-Nya agar diberi petunjuk dan ditetapkan di jalan yang lurus, jalan tauhid, jalan keselamatan menuju kepada-Nya. Jalan orang yang diberi nikmat iman, tidak ada nikmat di dunia yang melebihi nikmat ini kawan.

Kita pun kemudian meminta agar dijauhkan dari jalan orang-orang yang dimurkai (maghdub), siapa itu? Yaitu orang-orang yang diberi ilmu, mengenal Allah lewat kitab suci yang diturunkan kepada mereka namun mereka ingkar dan sombong kepada Allah. 

Dan kita pun memohon agar bukan termasuk orang yang disesatkan (dhallal). Siapa pula ini? Inilah orang-orang yang gemar berkreasi dalam ibadah. Mereka membuat-buat ibadah yang tidak disyariatkan. Saking 'kreatifnya' mereka bahkan tidak bisa lagi membedakan yang mana ibadah yang mana budaya.

Anehnya saat ini banyak diantara kaum muslimin yang latah dengan kreasi mereka.

Kawan, Anda juga sudah pasti hafal dengan surah al-Ikhlas. Mungkin surah ini menjadi bacaan favorit kita utamanya shalat sunnah 🙂.

Dalam surah ini Allah menegaskan kepada kita bahwa Dialah Allah yang Esa, Dia tempat bergantung segala sesuatu, Dia TIDAK MEMPUNYAI ANAK dan juga TIDAK DILAHIRKAN, dan tidak ada yang setara dengan-Nya. 

Pahamilah dengan baik kawan, resapi, jadikan kalimat-kalimat yang setara dengan 1/3 al-Qur’an tersebut sebagai benteng akidahmu. Maka disaat ada ajaran yang mengatakan bahwa Allah itu punya Anak atau ada tuhan yang dilahirkan dari rahim seorang wanita maka kau sudah punya jawaban tegas, sedikitpun kau takkan terpengaruh insyaAllah, apalagi mengucapkan selamat atas kelahiran tuhannya.

Cukuplah bagi kita firman Allah Ta'ala dalam ayat-ayat surah al-Kaafirun, ayat yang menuntun kita bagaimana bertoleransi tanpa mencederai akidah dan keimanan kita.

Kawan, simaklah penggalan kisah ini, semoga menjadi penguat iman bagi kita.

Pada suatu hari, ketika Amirul Mukminin Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berhenti di suatu gereja kecil, ia melihat seorang pendeta berada di dalamnya. 

Ketika pendeta itu diberi tahu bahwa ada Amirul Mukminin datang kepadanya, maka ia berdiri dengan gemetar karena badannya lemah. 

Melihat keadaan pendeta itu, maka Umar menangis. Ketika diberitahu bahwa laki-laki itu adalah orang Nasrani maka Umar berkata, “Aku tahu bahwa ia adalah orang Nasrani, tapi (yang membuatku menangis) aku ingat firman Allah: 

عَامِلَةٌ    نَّاصِبَةٌ  تَصْلَىٰ    نَارًا    حَامِيَةً 

“(Ia) bekerja keras lagi kepayahan, lalu memasuki api yang panas (neraka)” (QS. Al-Ghasiyah: 3-4)

Ya Allah bimbinglah kami, istiqamahkan kami di atas tauhid hingga akhir hayat kami. Aamiin.[]

Selasa, 30 November 2021

3 Macam Orang Yang Shalat, Kamu Yang Mana?


"Jangan salam (mengakhiri shalat) sebelum menghadirkan hati kepada Allah."

-----

Orang yang shalat setidaknya ada 3 macam.

Yang pertama adalah orang yang sepanjang shalat hatinya tidak pernah terputus dari mengingat Allah Ta'ala. Seperti inilah shalat Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam dan sahabat beliau radhiyallahu 'anhu 'ajmain.

Dikisahkan setelah perang Badar, 2 orang sahabat bertugas berjaga malam. Mereka sepakat untuk bergiliran. Salah seorang dari mereka kemudian tidur dan sahabat yang lain berjaga.

Untuk memanfaatkan waktu sahabat yang berjaga menunaikan shalat. Tiba-tiba datang seorang Quraisy, ia kemudian melesatkan panah dan tepat mengenai sahabat ini.

Namun sahabat ini tidak bergeming, ia tetap melanjutkan shalatnya. Sampai anak panah kedua kembali bersarang di tubuhnya.

Sahabat yang tidur tadi pun terbangun dan orang Quraisy itu  kemudian melarikan diri.

Melihat teman berjaganya terluka, ia pun bertanya kenapa dia tidak dibangunkan? Sang sahabat mengatakan bahwa ia tidak ingin memutus ayat Al-Qur'an yang ia baca saat shalat tadi.

Kisah-kisah mengagumkan seperti ini banyak kita jumpai dalam sirah-sirah para salaf.

Model kedua, orang yang shalat namun hatinya tidak pernah 'nyambung' dengan Allah. Badannya saja yang kelihatan shalat namun hatinya melanglang buana entah kemana, mulai dari takbiratul ihram sampai ia salam.

Orang seperti ini merasa cukup telah shalat dan biasanya langsung pergi tanpa berdzikir lagi.

Model ketiga, adalah orang yang dalam shalatnya kadang 'nyambung' dengan Allah dan kadang dilalaikan dengan urusan lainnya. Ini adalah model shalat yang kebanyakan kita lakukan.

Setan akan menggunakan berbagai cara untuk melalaikan kita dari mengingat Allah, utamanya dalam shalat.

Semut kecil yang kita lihat di tempat sujud bisa menjadi jalan pikiran kita untuk berkelana keluar. "Kenapa semut bisa di sini? Mungkin karpetnya tidak bersih. Siapa yang tugas membersihkan hari karpet hari ini?" Saat sujud muncul ketakutan, bagaiman kalau semutnya masuk di telinga, bagaimana kalau semutnya membisikkan sesuatu. Dsb.

Jebakan pikiran seperti ini harus dilawan. Saat shalat kita harus senantiasa menjaga kekhusyu'an, memfokuskan pikiran, menghadirkan hati tunduk kepada Allah, menghayati bacaan-bacaan shalat kita.

Kalaupun hati sempat terlalaikan harus berusaha untuk kembali khusyuk lagi.

InsyaAllah dengan kejuhudan kita melawan godaan setan akan lebih besar lagi pahalanya.

Seorang guru pernah berpesan, "Jangan salam (mengakhiri shalat) sebelum menghadirkan hati mengingat Allah."

Kata Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, "sesungguhnya amalan itu tergantung dari akhirnya."

Semoga Allah Ta'ala mengaruniakan kepada kita nikmat shalat yang khusyuk. Dan semoga Allah mematikan kita dalam keadaan mengingat kepada-Nya. Aamiin.[]


Jumat, 26 November 2021

Ilmu Mengangkat Derajat


Jika saja Uqbah bin Amir al-Juhani tetap dalam pendiriannya untuk terus menggembalakan kambing-kambingnya, mungkin ia hanya akan dikenal tak lebih sebagai penggembala kambing. Mungkin juga namanya tak tercatat dalam kitab-kitab sejarah Islam sebagai salah satu sahabat utama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Namun siapa sangka keputusannya untuk meninggalkan padang gembalaan, lalu pergi ke Madinah bermulazamah dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kelak akan mengubah hidupnya biidznillah...

Uqbah menjadi salah seorang sahabat yang selalu dekat dengan Rasulullah shallalahu 'alaihi wa sallam. Ia senantiasa menyertai Rasulullah dalam perjalanan seperti bayangan yang selalu mengikuti tuannya.

Uqbah memegang tali kekang kendaraan Nabi shallallahu alaihi wa sallam ke mana pun ia berjalan. Uqbah dijuluki dengan "Radif Rasulullah" karena seringnya membonceng di belakang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Kesempatan itu tak disia-siakannya untuk menimba dan mereguk segarnya ilmu langsung dari sumbernya.

Dan Uqbah sendiri tak menyangka dengan jalan itu kelak ia akan menjadi salah seorang Ulama dari deretan para ulama besar sahabat, dia akan menjadi qari' di antara syaikh para qurra', dia akan menjadi panglima di antara para panglima penakluk yang gagah berani dan dia akan menjabat sebagai gubernur di antara gubernur Islam yang diperhitungkan.

Lihatlah! Dari penggembala kambing menjadi gubernur. Allah Ta'ala mengangkat derajatnya karena ilmunya. Maha Benar Allah dengan firman-Nya,

يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

“Allah akan mengangkat kedudukan orang-orang yang beriman dan diberikan ilmu di antara kalian beberapa derajat. Allah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (QS. Al Mujadilah [58]: 11).

Semoga Allah Ta'ala menganugerahi kita ilmu yang bermanfaat.

Selasa, 26 Mei 2015

Jika Nabi Muhammad Datang ke Rumahmu



Jika Nabi Muhammad ﷺ datang ke rumahmu,
Untuk meluangkan waktu sehari dua hari bersamamu,
Tanpa kabar apa-apa sebelumnya,

Apakah yang akan kau lakukan untuknya?
Akankah kau sembunyikan buku duniamu,
Lalu kau keluarkan dengan cepat kita hadits di rak buku?
Atau akankah kau sembunyikan majalah-majalahmu,
Dan kau hiasi mejamu dengan mushaf Qur’an yang telah berdebu?
Akankah kau masih melihat film X di TV,
Atau dengan cepat kau matikan sebelum dilihat Nabi?

Maukah kau mengajak Nabi berkunjung ke tempat yang biasa kau datangi,
Ataukah dengan cepat rencanamu kau ganti?
Akankah kau bahagia jika Nabi memperpanjang kunjungannya?
Atau kau malah tersiksa karena banyak yang harus kau sembunyikan darinya?

Jika Nabi Muhammad ﷺ tiba-tiba ingin menyaksikan,
Akankah kau tetap mengerjakan pekerjaan yang sehari-hari biasa kau lakukan?
Akankah kau berkata-kata seperti apa yang sehari-hari kau katakan?
Akankah kau jalankan sewajarnya hidupmu seperti halnya jika Nabi tidak ke rumahmu?

Sangatlah menarik untuk tahu
Apa yang akan kau lakukan
Jika Nabi Muhammad ﷺ datang, mengetuk pintu rumahmu.

(Arsip Lama tahun 2006)

Sabtu, 01 November 2014

Bebaskan Diri dari Perbudakan Rokok

   
Kawan, MY LIFE MY ADVENTURE, laki-laki memang suka petualangan, namun merokok bukanlah petualangan hebat, juga bukan KESEMPURNAAN DARI KEAHLIAN. Seorang lelaki sejati tak butuh rokok untuk membuatnya tampak seperti laki-laki. Dia ENJOY AJA tanpa rokok. Ini BUKAN BASA BASI! Bahkan pria itu TALK LESS DO MORE jika tanpa rokok di tangannya. Bagi pria sejati, tanpa rokok BIKIN HIDUP LEBIH HIDUP.

Senin, 31 Maret 2014

Perkataan Yang Hak Untuk Maksud Yang Bathil

     
Salah satu alasan khawarij memisahkan diri dari jamaah kaum muslimin pada masa itu adalah karena Ali bin Abu Thalib menjadikan manusia sebagai hakim (pemutus perkara) dalam persengketaan beliau dengan Muawiyah, yakni dengan penunjukan dua orang penengah; Amr bin Al-Ash dan Abu Musa Al-Asyariy.

Kaum khawarij menyalahkan hal tersebut dan berdalil dengan firman Allah (terjemahannya),

“…Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah  …” (Yusuf: 40)

Hukum manusia tidak ada artinya di hadapan firman Allah Ta’ala. Kata mereka (kaum khawarij).

Senin, 17 Maret 2014

2 Alasan Kuat Umat Islam untuk Golput



Setidaknya ada 2 alasan kuat bagi umat Islam untuk golput dalam setiap pemilu.

Alasan yang pertama adalah, aksi golput akan mempengaruhi jalannya demokrasi. Misalnya, karena banyak yang golput maka pemilu dibatalkan. Pemerintah dengan serta merta akan menggunakan sistem yang sesuai syariat untuk menentukan pemimpin dan dalam mengatur jalannya negara ini.

Nyatanya untuk saat ini golput belum menjadi ancaman bagi demokrasi sedikitpun. Meski diprediksi akan banyak yang golput namun pemilihan pimpinan lewat pemilu akan tetap jalan.

Rabu, 22 Januari 2014

Facebookan Tanpa Diganggu Iklan

  
Iklan di Facebook sangat mengganggu pemandangan, ini karena iklan tersebut sering menampilkan gambar-gambar yang mengeksploitasi kaum hawa. Kita bisa saja menghapus iklan tersebut untuk tidak tampil di halaman FB kita namun itu akan menghabiskan waktu, jadi lebih baik diblok saja sekalian.

Untuk memblok ads (iklan) bisa menggunakan add-ons atau plugin di browser mozilla dan chrome. Untuk dua browser ini saya pakai Adblock Plus. Berikut ini cara installnya.

Selasa, 03 Desember 2013

Polemik Kondom dan Kegigihan Otak Cabul

  
Ada kaidah yang mengatakan, "Kebohongan yang sering disuarakan secara konsisten suatu saat akan diterima sebagai sebuah fakta."

Setiap akhir tahun kita senantiasa dihadapkan pada polemik "kondom". Saya sendiri mengenal polemik ini sejak tahun 2006. Saat itu saya membaca tulisan di sebuah koran tentang sekelompok mahasiswa-mahasiswi salah satu Universitas di Jakarta berkeliling sambil melakukan ‘devile’ sejuta kondom untuk dibagikan kepada siapapun yang dijumpai.

Dari dulu sudah ada pendapat dari pakar bahwa kondom tidak bisa mencegah virus HIV/AIDS, karena virus HIV lebih kecil dari pori-pori kondom apalagi jika kondomnya melar. Jadi, kampanye kondom untuk mencegah AIDS tiada lain hanyalah kebohongan besar. Kampanye yang paling logis adalah, “Anda mau selamat takutlah kepada Allah dan setialah kepada suami/istri anda”.

Senin, 18 November 2013

Kenapa Futur Saat Sendiri?

 
Alhamdulillahi ladzi bini’mati tatimmu sholihat.

Merupakan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika kita dikumpulkan bersama dengan orang-orang shaleh, bergerak bersama dalam pusaran dakwah, dalam jalinan ukhuwah. Bersyukurlah yang telah menikmatinya.

Namun janganlah kita terlena saudaraku. Setiap kita kelak akan mempertanggungjawabkan diri kita masing-masing di hadapan Allah Ta’ala.

Kebersamaan memang baik dan indah tapi ada saatnya kita harus berpisah. Terpisah jauh dari orang-orang yang shaleh, bahkan kita mungkin dalam “kesendirian”. Apa yang kita andalkan pada saat tersebut? Maka wahai saudaraku, janganlah kita lalai dari meningkatkan kualitas diri, kualitas ilmu, kualitas ibadah dan kualitas iman kita.

Sabtu, 26 Januari 2013

Syariat Islam dan Pelecehan Terhadap Wanita

  


Perda syariat Aceh kembali menjadi sorotan sebagian kalangan. Kali ini dipicu oleh dibuatnya perda yang melarang wanita di Aceh untuk dibonceng ngangkang dengan alasan aurat mudah tersingkap dan tidak sesuai dengan budaya setempat.
Senin malam (7/1/2013) salah satu TV swasta yang menggelar debat berkenaan dengan hal tersebut dengan tema “Perda Bermasalah, Siapa Resah”. Dalam debat itu salah satu pembicara mengatakan “Lihat kasus pemerkosaan di negara Arab dimana wanitanya berpakaian tertutup (jilbab), ternyata lebih tinggi daripada di Negara-negara Eropa padahal wanitanya sangat minim dalam berpakaian, bahkan bebas berbikini di pantai….”.

Kamis, 17 Januari 2013

Tarbiyah Itu...

  

Tarbiyah itu menguatkan iman...
Ada Kalamullah yang ditahsinkan, ada hadits-hadits dihafal dan dilafadzkan, ada kisah-kisah orang-orang shalih jadi teladan.

Tarbiyah itu membuyarkan syubhat...
Al-Qur'an dan hadits jadi hujjah, pemahaman salaf saleh jadi penjelas, pendapat para ulama jadi penguat.

Tarbiyah itu menentramkan hati.
Ada curhat kepada sang murabbi, dari urusan dunia hingga akhirat, ada nasehat yang mengena dan solusi yang tepat.

Rabu, 26 Desember 2012

Mengapa Saya Tidak Mau Mengucapkan Selamat Natal?


Mengapa saya tidak mau mengucapkan selamat Natal? Saya punya banyak alasan untuk itu, di antaranya akan saya sebutkan secara gamblang dalam tulisan ini.

Saya tahu dari kaum kristiani sendiri bahwa hakikat Natal bagi kristiani adalah saat untuk menghayati kasih Tuhan melalui kelahiran putra-Nya yang dikenal dengan nama Yesus (Isa al-Masih). Allah punya putra? Ini adalah penisbatan yang keji kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan Allah telah melaknat orang yang berkeyakinan seperti ini dengan firman-Nya (yang artinya):

Senin, 24 Desember 2012

Tauhid Harga Mati

  

Tauhid adalah meng-Esakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ibadah. Tauhid merupakan perintah Allah yang paling agung. Bahkan tujuan utama diutusnya Rasul-rasul Allah adalah untuk menyampaikan kepada manusia akan ke-Esaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, agar manusia hanya menyembah kepada Allah semata dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun.  Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya):
“Dan kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwasanya tidak ada ilah melainkan Aku, maka beribadahlah kamu sekalian kepada-Ku.” (QS. Al-Anbiya’ : 25)

Selasa, 18 Desember 2012

Karena Wanita Begitu Berharga


"Karena wanita begitu berharga...", kalimat tersebut mungkin pernah kita dengar dari sebuah iklan produk kecantikan. Namun sesuatu yang sangat bertolak belakang bagi saya. Cara menghargai wanita dalam iklan tersebut adalah dengan mengeksplorasi kecantikan wanita yang menjadi modelnya. Sebuah kontradiksi yang lazim kita dapatkan dalam  kehidupan liberal dan sekuler. Trus bagaimana Islam dalam menghargai wanita? Coba simak kisah di bawah ini:

Kisah ini diceritakan oleh Ustadz Kholid ZA. Basalamah, Lc. M.Ag dari pengalaman seorang temannya, yaitu Dr. Shaleh. Dr. Shaleh adalah dosen di LIPIA Jakarta dan pengalaman ini terjadi ketika melanjutkan studi untuk meraih gelar Doktornya di Amerika Serikat.

Selasa, 11 Desember 2012

Bicara yang Baik atau Diam!


Lisan; Pedang Bermata Dua
“Mulutmu Harimaumu” atau “Lidah itu tajam laksana pedang” ideom-ideom yang mungkin tidak asing lagi bagi kita, menyiratkan akan pesan bahwa mulut dan lidah yang dzahirnya adalah organ yang tak bertulang tapi memiliki bahaya seganas harimau atau bisa melukai sebagaimana pedang tajam jika ia tidak dipergunakan dengan hati-hati dan bijak.

Bila lidah tak terkendali, dibiarkan berucap sekehendaknya, alamat kesengsaraan akan segera menjelang. Sebaliknya bila ia terkelola dengan baik , hemat dalam berkata, dan memilih perkataan yang baik-baik, maka sebuah alamat akan datangnya banyak kebaikan.

Rabu, 05 Desember 2012

Melawan Jurnalis Picik


Saya pernah mendapat BC (Broadcast) kisah lucu dari salah seorang teman kuliah, kisahnya begini;
Suatu hari di jalan tol kota menuju Jagorawi sebuah mobil "Esemka" mengalami kerusakan mesin sehingga mogok.... Pemilik mobil Esemka menelpon temannya untuk minta ditarik keluar jalan tol...
Beberapa saat kemudian datanglah teman pria tersebut mengendarai "Mercedes Benz" terbaru...lalu mulailah menarik sedan 'Esemka " tersebut....

Kamis, 22 November 2012

Inilah Doa Terburuk Sepanjang Sejarah


Setiap doa yang dipanjatkan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala harusnya merupakan kata-kata yang baik, bermanfaat untuk keselamatan di dunia apalagi di akhirat. Tapi aneh bin bodoh ada saja doa yang sangat buruk semisal di bawah ini: 

الَّلهُمَّ ارْضَ عَنْ أَبِيْ لُؤْلُؤَةَ وَاحْشُرْنِيْ مَعَهُ

“Ya Allah, ridhailah Abu Lu`lu`ah, dan kumpulkanlah aku bersamanya.”

Demikianlah doa setiap orang yang berziarah ke kuburan Abu Lu’luah si Majusi pembunuh Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu. Dia membunuh Khalifah Umar radhiyallahu ‘anhu di pagi hari saat mengimami manusia shalat subuh.

Senin, 05 November 2012

Beda Mut’ah dengan Pelacuran

 
Selama ini saya mendapatkan banyak artikel yang menyamakan antara nikah mut’ah -sekarang ini- dengan pelacuran. Kita memang tidak bisa menampik jika banyak persamaan antara mut’ah dan pelacuran. Saya sendiri setuju-setuju saja penyamaan itu, tapi tidak fair juga kalau kita hanya mempersamakan namun tidak mengungkap perbedaannya. Apalagi jika perbedaannya adalah hal yang sangat mendasar dan krusial. Penasaran apa perbedaannya? Tenang, simak saja tulisan ini baik-baik.