Kumpulan catatan Zainal Lamu, socialpreneur yang masih belajar.

Minggu, 07 November 2010

Kalian Hidup seperti Binatang, namun Kalian Mencela Kami.

Kami sudah muak dengan protes dan celaan kalian. Kami muak dengan segala bentuk diplomasi dan retorika kalian. Kalian sok pintar dan modern namun dalam pandangan kami hidup kalian tidak ubahnya seperti binatang.

Atas nama pemberantasan teroris kalian justru menebar teror ke seluruh negeri-negeri kami. Lucunya jika tidak patuh dengan kediktatoran kalian maka kalian akan menganggap kami sebagai penjahat perang. Aneh, padahal siapa yang tidak melawan jika ia diperangi.

Dalam mimbar internasional kalian lihai berbicara tentang kemanusiaan dan kebebasan yang setara. Itu omong kosong, kemanusiaan tidak untuk kami sebab pembantaian demi pembantaian kalian lakukan di negeri-negeri kami. Juga kebebasan bukan milik kami, kalian bahkan ingin mengatur kehidupan kami di negeri kami sendiri. Apalagi saudara kami yang tinggal di negeri kalian, apakah ada kebebasan mereka untuk sekedar menjalankan keyakinannya?


Poligami sebagai syariat dari agama kami, tak luput dari serangan kalian, kalian menuduhnya sebagai penindasan terhadap wanita dan kemanusiaan. Tapi sungguh sayang, sangat kontradiksi dengan hidup kalian yang gonta-ganti pasangan semaunya. Iya, kalian tidak suka POLIGAMI, tapi kalian sangat akrab dengan POLISEKS.

Kalian mengejek wanita kami yang mengenakan hijab, namun justru membanggakan Istri kalian yang bisa dinikmati oleh siapa saja! Kalian juga mencemooh wanita kami yang tinggal di rumah untuk mengurusi anak-anak kami. Kata kalian itu juga adalah bentuk pengekangan terhadap kaum wanita, tapi kalian menghormati wanita dengan menelanjanginya dan mengekploitasinya sedemikian rupa! Memberinya beban untuk mencari nafkah dan memperkerjakannya pekerjaan sebagaimana yang dilakukan oleh laki-laki. Apakah itu adalah bentuk penghormatanmu? Jawablah! Dimana engkau simpan permatamu? Apakah engkau menyimpannya di jalanan? Kami sedih dengan kehidupan istri kalian, Ia hanya memiliki satu suami tapi punya banyak pacar. Kalian bahkan tidak tahu ayah dari anak yang dilahirkan istri kalian!

Kalian sungguh lucu, protes dengan nikah dini yang dilakukan oleh pemuda-pemudi kami, tapi kalian tidak peduli dengan seks bebas tanpa batas yang menjadi hobi anak-anak muda kalian. Kalian alergi dengan kata NIKAH DINI tapi kalian terbiasa dengan kata ABORSI! Apakah tidak sampai di telingamu jika anak gadismu diejek oleh temannya jika masih perawan di usia 20 tahun? Saya tahu kalian juga berbangga dengan anak laki-laki kalian yang menghamili seorang gadis.

Lebih dari itu kalian juga memiliki kelainan seks, banyak di antara kalian ternyata lebih menyukai sesama jenisnya, sesuatu yang binatang pun jijik untuk melakukannya. Homo seks dan Lesbian semakin merebak dalam masyarakat kalian. Kalian bahkan menganggapnya sebagai bagian dari keberagaman. Komunitas mereka kini mulai mendominasi hingga di kantor pemerintahan kalian.

Kalian memang punya akal namun hidup kalian seperti binatang. Sudahlah hentikan gonggongan kalian, karena binatang tidak berhak mengatur kehidupan manusia!

Sabtu, 14 Agustus 2010

Mumpung Ramadhan, Nyalakan Nyalimu!

Malam ke 4 Ramadhan seperti biasa saya shalat tarwih di Masjid Wihdatul Ummah. Sebagaimana tiga malam sebelumnya masjid ini terisi ¾ bagian, kalau mengingat tahun lalu biasanya 10 malam terakhir masjid akan penuh oleh jama’ah yang kebanyakan berasal dari wilayah lain di kota Makassar bahkan dari luar kota untuk i’tikaf di masjid ini. Salah satu daya tariknya mungkin adalah bacaan Imam tarwih yang bagus dan panjang dan motivasi lain adalah bertemu dengan para ikhwah yang bersemangat dalam beribadah yang dengannya juga akan menambah semangat mereka.

Setelah selesai dua rakaat pertama, beberapa pemuda mengambil sajadah yang ada di hadapan mereka dan berkumpul di teras samping masjid, mereka berbicara satu dengan yang lainnya. Dari wajah mereka tampaknya mereka orang baru. Ketika berdiri untuk melanjutkan rakaat berikutnya, ekor mata saya menangkap keempat pemuda tersebut pergi entah kemana. Hmm, nampaknya mereka tidak kuat untuk melanjutkan shalat tarwih mereka di sini, mungkin mereka terkejut dengan bacaan imam yang panjang tidak seperti imam tarwih di masjid lainnya yang biasanya hanya membaca beberapa ayat saja tiap rakaatnya.

Kamis, 29 Juli 2010

Back to al-Qur’an

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Quran ataukah hati mereka terkunci?” (QS. Muhammad: 24)
Al-Qur’an adalah petunjuk dan jalan hidup
Sebuah alat elektronik biasanya dilengkapi dengan buku petunjuk operasional. Kita semua tentu tahu dan  sepakat bahwa jika penggunaan alat tersebut tidak sesuai dengan yang tertera dalam buku petunjuk, tentu akan berdampak negatif terhadap alat tersebut yang pada akhirnya hanya akan membuatnya rusak dan tidak bisa digunakan. Iya, karena kita yakin buku itu dibuat oleh si pembuat alat tersebut yang tentu lebih tahu cara mengoperasikan dan menjaga agar alat tersebut tidak rusak.

Begitulah al-Qur’an dan sunnah, dua warisan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, petunjuk segala lini dan sendi kehidupan manusia dalam upaya meraih kebahagiaan hakiki dunia akhirat. Secara khusus al-Qur’an berisi firman-firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan yang menciptakan kita, dunia dan seisinya, yang lebih tahu apa yang terbaik buat kita, Yang lebih tahu apa yang dapat merusak kehidupan kita.
Maka jika kita percaya pada apa yang dijelaskan si pembuat buku, terus kenapa kita tidak percaya kepada yang menciptakan kita?

Rabu, 21 Juli 2010

Ad-Dayyuts; Laki-laki tak Punya Rasa Cemburu

Disebutkan di dalam hadits, bahwa Saad bin Ubadah Radhiyallahu ‘anhu berkata: “Sekiranya aku melihat seorang laki-laki bersama dengan isteriku, niscaya akan kutebas ia dengan pedang,” ucapan itu akhirnya sampai kepada Rasulullah. Lalu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Apakah kalian merasa heran terhadap kecemburuan Saad? Demi Allah, aku lebih cemburu daripadanya, dan Allah lebih cemburu daripadaku.” (HR. Bukhari)

Dalam kesempatan lain Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah itu pencemburu dan seorang mukmin juga pencemburu. Kecemburuan Allah itu terjadi bila ada seorang hamba datang kepada-Nya dengan perbuatan yang diharamkan-Nya.” (HR. Bukhari).

Salah satu sifat orang beriman adalah cemburu. Sebab, cemburu merupakan isyarat adanya cinta kasih. Islam memuji lelaki yang punya rasa cemburu dan mencela orang yang tidak memilikinya. Tentu saja selain menganjurkan cemburu, Islam memberikan batas-batasnya. Bila batas tersebut dilanggar, rusaklah kebahagian rumah tangga.

Sabtu, 10 Juli 2010

BROKEN CRUCIFIX, Detik-detik Jatuhnya Tentara Salib

Alhamdulillah, siang tadi saya menyempatkan diri untuk membeli sebuah buku yang telah membuat saya penasaran. Saya tertarik dengan buku tersebut setelah melihat iklannya di salah satu situs Islam. Sayapun mencarinya di beberapa toko buku Islam yang saya kenal di Makassar, ternyata buku ini belum beredar luas, mungkin karena baru terbit bulan Juni lalu. Akhirnya saya berinisiatif untuk datang sendiri ke penyalur utama daerah Makassar yang saya tahu setelah menghubungi nomor HP yang tercantum dalam iklan tersebut. Terus terang ini adalah buku yang paling membuat saya penasaran di antara buku dari penulis kontemporer lainnya. Kenapa? Berikut Ini adalah kutipan dari resensi penerbit, sebagai perindu kejayaan Islam mudah-mudahan Anda juga penasaran dengan buku ini (afwan sedikit beriklan, :-)).