Sabtu, 02 Juli 2011

Apakah Bunda Teresa Masuk Surga?

 
Pertanyaan ini sering dilontarkan oleh kaum pluralis untuk memancing orang masuk ke dalam kajian pluralismenya, bahwa semua agama sama. Mereka tidak rela orang-orang yang berjasa terhadap kemanusiaan dikategorikan sebagai penghuni neraka “hanya” karena tidak beragama Islam.

Saya akan memperkenalkan sedikit bagi Anda yang belum mengenal Bunda Teresa. Dia adalah seorang biarawati berkebangsaan Albania. Separuh umurnya dia habiskan untuk mendedikasikan dirinya melayani masyarakat miskin di India. Tahun 1952, ia membuka Nirmal Hriday Home for Dying Destitutes di Kalkuta. Ia juga mendirikan rumah sakit lepra di luar kota Kalkuta.  Saat itu penderita lepra menjadi pemandangan umum di India dan di setiap bagian kota Kalkuta. Atas jasa-jasanya bagi masyarakat India, ia memperoleh penghargaan Padmashri pada tahun 1963. Kiprahnyapun di akui dunia dengan memperoleh penghargaan nobel perdamaian tahun 1979.

Atas jasanya itu pulalah para kaum plural menjadikannya ikon perjuangan, bahwa semua agama itu mengajarkan kasih sayang, semua agama mengajarkan kebaikan, dan tak perlu membedakan agama-agama tersebut.

Mereka pun terusik dengan ancaman neraka bagi pemeluk agama selain Islam, apalagi terhadap seorang yang berjasa seperti Bunda Teresa. Sangat tidak adil bagi mereka orang yang seumur hidupnya dihibahkan untuk membantu sesama manusia kok dianggap penghuni neraka, dimana rasa kemanusiaan itu? Tapi sayang, perasaan atau rasa kemanusiaan serta logika tidak bisa menjadi tolok ukur dalam agama Islam. Untuk berbicara agama mestilah dengan dalil yang shahih.
 Jika perasaan bisa menjadi hujjah maka paman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Thalib pastilah masuk surga. Semasa hidupnya Abu Thalib senantiasa membela aktifitas dakwah Rasulullah dari gangguan kaum Quraisy, namun dia sendiri tidak masuk Islam hingga akhir hidupnya. Jasa-jasanya membela Nabi Muhammad tidak menjadikannya bisa memasuki surga Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hanya saja, atas izin Allah dan syafaat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dia mendapat siksaan neraka yang paling ringan, yakni kakinya disetrika dengan besi panas hingga otaknya mendidih, na’udzubillah.

Syarat Utama Masuk Surga
Saya akan memberikan perumpamaan agar kita lebih mudah memahami persoalan ini dan tidak mengedepankan semangat nepotisme dalam membahas masalah akhirat, surga dan neraka.
 Misalnya, ada perguruan tinggi yang membuka pendaftaran bagi calon Mahasiswa untuk masuk di fakultas kedokteran. Syarat-syarat untuk masuk fakultas ini demikian ketat karena memang yang dicari adalah bibit-bibit unggul yang akan dididik menjadi dokter-dokter terbaik. Ada seorang pendaftar yang terkenal baik, suka menolong, baik terhadap semua orang, namun akhirnya dia tidak lulus karena nilai ujiannya tidak mencapai batas minimal yang ditentukan pihak universitas. Apakah wajar jika ada yang memprotes ketidak lulusan anak tersebut dengan alasan bahwa anak itu baik, suka menolong dan sebagainya? Pihak universitas pasti akan mengusirnya  dan bahkan menganggapnya gila!

Jika saja di lingkup universitas yang ideal modus nepotisme tidak berhasil apatah lagi dalam masalah surga dan neraka.

Untuk masuk surga tentulah harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sendiri. Syarat yang paling utama adalah Tauhidullah (Pengesaan Allah). Tauhid adalah kunci utama seseorang untuk masuk ke surga dan terhindar dari neraka Allah Subhanahu wa Ta’ala.
 Mengesakan Allah adalah jaminan bagi seseorang untuk meraih surga dan dijauhkan dari neraka Allah Subhanahu wa Ta'ala

“Tidaklah dari salah seorang di antara kalian yang bersaksi bahwasanya tidak ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah dengan jujur dari lubuk hatinya, kecuali Allah akan mengharamkannya dari api neraka.” (HR. Bukhari)
Jika untuk syarat yang utama ini seseorang tidak memenuhinya, maka sudah dipastikan ia akan kekal di dalam neraka. Kekal artinya selamanya, untuk selamanya.
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar" (Terjemah QS. An Nisa: 48).

Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan jaminan surga kepada orang-orang mukmin, Rasulullah menyebutkannya degan lafadz:

مَنْ شَهِدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ. (متفق عليه
“Barang siapa yang bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah.” (HR. Bukhari Muslim)
Hak Allah yang paling asasi adalah disembah dengan tidak mempersekutukannya dengan sesuatu apapun. Jika hak ini dilanggar oleh siapapun maka pasti adzab yang kekal lebih pantas baginya.
“Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya.Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” (QS. Al-Bayyinah :6).
Dan kewajiban manusia yang paling asasi adalah menyembah Allah dengan tidak mempersekutukannya dengan sesuatu apapun. Tidak mempersekutukannya dengan kuburan-kuburan, jimat-jimat, jin, gunung, batu, salib, benda-benda yang dianggap keramat, malaikat-malaikat-Nya, Nabi-nabi-Nya dan sebagainya.

Islam adalah jalannya 
Islam adalah satu-satunya jalan keselamatan, sebagaimana Allah tegaskan sendiri bahwa tidak ada agama yang diridhainya kecuali agama Islam.
"Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam...” (Terjemah QS. Ali Imran: 19).
Ayat lainnya masih dalam surat Ali Imran, Allah berfirman:
"Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Terjemah QS. Ali Imran: 85).
Hanya Islamlah agama yang betul-betul mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala disamping dengan kesempurnaan syariat-syariat yang diturunkan Allah dalam Kitab dan Sunnah Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Apakah Bunda Teresa Masuk Surga?
Kita juga tidak bisa menghukuminya apakah dia masuk surga atau malah neraka, sebab tidak ada dalil yang menegaskannya, sebagaimana terhadap Abu Lahab dan Abu Thalib yang dijelaskan dalam al-Qur’an dan Hadits bahwa mereka telah ditetapkan sebagai penghuni neraka. Tapi secara umum kita bisa menghukumi bahwa siapapun yang meninggal dalam keadaan mempersekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala maka ia akan kekal di neraka, sebagaimana firman-Nya yang telah kita sebutkan di atas.   Jadi jika bunda Teresa ketika akhir hidupnya masih berada dalam agama syiriknya (Kristen) maka tentu dia masuk neraka.  

Terus bagaimana dengan amalan-amalan kebaikannya sepanjang hidupnya yang tidak semua orang bisa melakukannya itu? 

Kita jawab dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala
“Sesungguhnya jika engkau berbuat syirik, niscaya terhapuslah amalmu, dan benar-benar engkau termasuk orang-orang yang rugi.” (Terjemah QS. Az-Zumar: 65).
“Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya (Islam), lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan diakhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (Terjemah QS. Al-Baqarah : 217)
Berdasarkan ayat di atas jelas bahwa siapa saja yang memeluk agama selain Islam, niscaya akan menjadi orang yang paling rugi karena amalan yang mereka lakukan di dunia ini tidak dihargai sedikitpun oleh Allah dan di akhirat nanti amalan tersebut hanyalah seperti debu-debu yang beterbangan. Mereka pun akan menjadi penghuni kekal neraka jahannam, na'udzubillah.   Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Demi Allah yang nyawaku berada di Tangan-Nya, tiada seorang Yahudi atau seorang Nasrani (Kristen) dari umat ini yang telah mendengar risalahku dan mati sebelum beriman kepada risalahku ini maka ia adalah golongan ahli neraka” (Hr. Abdurrazzaq dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
Sebelum menutup tulisan ini saya akan mempersembahkan sebuah kisah buat Anda. Dikisahkan pada suatu hari, ketika Amirul Mukminin Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berhenti di suatu gereja kecil, ia melihat seorang pendeta berada di dalamnya. Ketika pendeta itu diberi tahu bahwa ada Amirul Mukminin datang kepadanya, maka ia berdiri dengan gemetar karena badannya lemah. Melihat keadaan pendeta itu, maka Umar menangis. Ketika diberitahu bahwa laki-laki itu adalah orang Nasrani maka Umar berkata, “Aku tahu bahwa ia adalah orang Nasrani, tapi (yang membuatku menangis) aku ingat firman Allah:
“(Ia) bekerja keras lagi kepayahan, lalu memasuki api yang panas (neraka)” (Terjemah QS. Al-Ghasiyah: 3-4)
Ya, Allah matikanlah kami dalam agamamu yang lurus ini, istiqomahkan kami dalam ketaatan kepada-Mu. Wallahu a’lam.  

Makassar, 30 Rajab 1432 H

(Bersama si kecil, Fauzan)

13 komentar:

  1. apakah hidup anda lebih baik dari bunda teresa?kalau bunda teresa saja masuk neraka,jadi masuk????

    BalasHapus
  2. pendapat anda betul, sebab anda memakai parameter muhaammad, bukan Allah. Karena muhammad menurut yang saya pelajari, bukan mencerminkan ketaatan terhadap Allah. Jadi islam itu agamanya muhammad, bukan agama dari Allah.

    BalasHapus
  3. @Kasih Allah: Tidakkah anda membaca firman Allah yang tercantum dalam artikel di atas?

    BalasHapus
  4. @agz86: Saya kutipkan lagi dari artikel di atas agar Anda mengerti:
    "firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
    “Sesungguhnya jika engkau berbuat syirik, niscaya terhapuslah amalmu, dan benar-benar engkau termasuk orang-orang yang rugi.” (Terjemah QS. Az-Zumar: 65).

    “Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya (Islam), lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan diakhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (Terjemah QS. Al-Baqarah : 217)

    Berdasarkan ayat di atas jelas bahwa siapa saja yang memeluk agama selain Islam, niscaya akan menjadi orang yang paling rugi karena amalan yang mereka lakukan di dunia ini tidak dihargai sedikitpun oleh Allah dan di akhirat nanti amalan tersebut hanyalah seperti debu-debu yang beterbangan. Mereka pun akan menjadi penghuni kekal neraka jahannam, na'udzubillah."

    BalasHapus
  5. "Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya (Islam)"

    di situ dijelaskan dari agamanya(Islam), jadi yang dijelaskan di atas hanya berlaku untuk muslim/muslimah.

    BalasHapus
  6. @ Ivan Pito Pradhana: Ok, untuk ayat itu kita bisa mengatakan bahwa ayat tersebut ditujukan kepada umat Islam. Sebab tidak dikatakan murtad kalau dia belum pernah masuk Islam. Tapi Anda tidak boleh melewatkan ayat yang lain, yang juga disebutkan di artikel di atas.
    Seperti:

    “Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya.Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” (QS. Al-Bayyinah :6).

    "Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam...” (Terjemah QS. Ali Imran: 19).

    "Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Terjemah QS. Ali Imran: 85).

    BalasHapus
  7. Apakah anda Tuhan sehingga bs menentukan seseorang itu masuk surga atau neraka??

    BalasHapus
  8. @ Tikus Jahatku: Saya tidak memastikan Bunda Teresa masuk surga atau Neraka. Hanya saja berdasarkan firman Allah dan Sabda Rasul-Nya yang saya tampilkan dalam artikel di atas bahwa barangsiapa yang mati dalam dan tetap mempertahankan akidah syiriknya maka dia akan kekal di Neraka.

    Silahkan membaca seluruh tulisan dalam artikel baru bikin komentar.

    BalasHapus
  9. beliau masuk surga atau neraka, yang penting ketika di dunia beliau berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi sesama dan banyak orang. toh banyak orang yang memperoleh pertolongan dari beliau,, hidup itu tidak hanya fokus masuk surga doank bung....
    daripada orang yang cuma ngeblog, menghakimi, tapi nyatanya gak bikin perubahan apapun di dunia...

    BalasHapus
  10. @Cheese and Cheer: Yang penting di dalam dunia ini adalah beriman kepada Allah yang tidak beranak dan tidak deperanakkan dengan iman yang benar. Tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun. Tanpa iman yang benar, maka semua kebaikan apapun akan sia-sia, bahkan meskipun ia membuat perubahan besar di dunia.

    BalasHapus
  11. Jangan mempermasalahkan Bunda Theresa masuk surga atau neraka....Apalagi agama orang lain dibawa-bawa...cukup kita mengenang perbuatannya saja.Masalah masuk ke neraka ato surga, itu RAHASIA TUHAN..kita manusia ga ada yang tahu

    BalasHapus
  12. Buat pengunjung.. Baca dahulu keseluruhan artikel.. Pahami..., baru anda berkomentar... Semua yg diutarakan dlm artikel ini adalah benar dr mana yg terkandung dlm Al Quran.

    BalasHapus
  13. @Lia Natalia: Bunda Theresa masuk Surga atau tidak itu bukan masalah di sini. Tidak ada maksud kami untuk menjustifikasinya. Judul "Apakah Bunda Theresa masuk surga" sendiri saya jiplak dari kaum plural sebagaimana yg saya sebutkan di awal artikel. Mereka malah yg menjudge bahwa Pengesaan kepada Allah (tauhid) bukanlah syarat pokok seseorang untuk masuk Surga. Pemahaman itulah yg menjadi masalah di sini.

    BalasHapus

Silahkan mengisi komentar dengan tetap mengedepankan adab berkomunikasi secara syar'i