Kamis, 17 Januari 2013

Tarbiyah Itu...

  

Tarbiyah itu menguatkan iman...
Ada Kalamullah yang ditahsinkan, ada hadits-hadits dihafal dan dilafadzkan, ada kisah-kisah orang-orang shalih jadi teladan.

Tarbiyah itu membuyarkan syubhat...
Al-Qur'an dan hadits jadi hujjah, pemahaman salaf saleh jadi penjelas, pendapat para ulama jadi penguat.

Tarbiyah itu menentramkan hati.
Ada curhat kepada sang murabbi, dari urusan dunia hingga akhirat, ada nasehat yang mengena dan solusi yang tepat.

Tarbiyah itu membahagiakan...
Bahagia bertemu dengan para penuntut ilmu, berkumpul bersama ikhwah seakidah dan seperjuangan.

Tarbiyah itu mendidik...
Mendidik kedisiplinan, kebiasaan berjama'ah, cinta pada ilmu, dan rajin beramal shalih.

Tarbiyah itu mempersatukan...
Menyatukan hati karena ilahi semata, bersatu dalam naungan Al-Qur'an dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Mencintai Allah, Rasul-Nya serta orang-orang beriman, terdahulu hingga yang akan datang.

Tarbiyah itu menyegarkan...
Tadabbur alam dalam rihlah bersama para ikhwah. Rekreasi yang menyegarkan iman, mempererat ukhuwah dan kebersamaan.

Tarbiyah itu milik semua insan beriman...
Tak membedakan tua dan muda, status dan pekerjaan, sebab ilmu bukan karena umur atau penghasilan tapi karena keikhlasan, semangat dan konsisten dalam menuntutnya.

Tarbiyah itu sepanjang hayat...
Karena iman harus tetap dijaga, ilmu harus terus ditambah, keistiqomahan untuk tetap menghamba pada Rabb hingga datangnya maut.

Tarbiyah itu dimana saja...
Tak terbatas oleh ruang dan sekat, sepanjang nyawa masih di badan.

Tarbiyah itu adalah ujian...
Ujian pada komitmen, pada kesibukan, pada kesenangan, pada hawa nafsu, pada keletihan jiwa dan raga, pada semua seruan untuk berhenti sebelum sampai di tujuan.

Tarbiyah itu adalah taman....
Salah satu diantara taman-taman surga...
Semoga Allah mempertemukan kita di surga-Nya, fii sururimmutaqaabilin. Bernostalgia tentang perjuangan dakwah dan tarbiyah. Amiin.

-------------------------------

Abinna Fauzan

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi komentar dengan tetap mengedepankan adab berkomunikasi secara syar'i